Pesawat Latih Wajib Diperbaharui


Kementerian Perhubungan akan meminta sekolah penerbangan di Indonesia menggunakan pesawat bermesin ganda atau lebih (multi engine) untuk memperluas daya serap lulusan sekolah pilot di dalam negeri.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengatakan penggunaan pesawat multi engine kemungkinan besar akan diatur melalui regulasi baru tentang pendirian sekolah penerbangan yang akan diterbitkan regulator.

Selama ini, menurutnya, tidak terserapnya tenaga penerbang lulusan sekolah pilot dalam negeri lantaran banyak sekolah yang hanya menyiapkan pelatihan pesawat bermesin tunggal atau single engine.

"Padahal rata-rata operator pesawat [maskapai] di Indonesia sudah memakai pesawat multi engine," ujarnya, Senin (8/6).

Oleh karena itu, dia mengharapkan makin banyak sekolah penerbangan swasta di Indonesia menggunakan pesawat bermesin ganda atau lebih agar para lulusan sekolah itu bisa diserap oleh operator penerbangan nasional.

Dengan penggunaan pesawat bermesin ganda atau lebih, tuturnya, pihak perbankan pun bisa memberikan bantuan fasilitas pinjaman guna membiayai pendidikan para calon pilot itu.

Saat ini, imbuhnya, hanya sedikit maskapai penerbangan nasional yang menggunakan pesawat bermesin tunggal. Maskapai itu mayoritas beroperasi di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Para lulusan penerbang dari berbagai sekolah swasta yang ada di Indonesia, katanya, enggan terbang di kedua wilayah itu.

"Kalau ingin terbang di luar Papua, ya harus mengikuti pelatihan menggunakan pesawat multi engine karena mayoritas maskapai di luar Papua menggunakan pesawat jenis ini."

Dia tidak menampik bahwa kewajiban penggunaan pesawat multi engine di lembaga pendidikan penerbangan Indonesia bisa diatur dalam regulasi terbaru tentang pendirian sekolah pilot yang disiapkan oleh Kemenhub.

Terkait biaya pelatihan yang bisa membengkak jika menggunakan pesawat multi engine dan mengejar rating minimal 250 jam terbang, Suprasetyo menilai hal itu bisa diantisipasi dengan menggandeng pihak perbankan.

"Nantinya, setelah bekerja para pilot itu bisa menvicil biaya pendidikan yang berasal dari fasilitas perbankan," tuturnya.

NASIB PILOT ASING

Bila semua sekolah penerbangan di Indonesia sudah mengaplikasikan penggunaan pesawat multi engine dengan rating yang ditetapkan, dia menilai pemerintah bisa saja menyetop penggunaan pilot asing.

"Sava kira hal itu bisa saja dilakukan kalau kebutuhan pilot sudah bisa diisi oleh lulusan dalam negeri," tegasnya. Namun, Suprasetyo belum bisa menyampaikan kapan kebijakan larangan penggunaan pilot asing oleh maskapai nasional diberlakukan.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pendidikan Penerbangan Indonesia (APPI) Chepy Nasution membenarkan fasilitas pinjaman dari perbankan bisa membantu meringankan calon penerbang yang terbebani tingginya biaya pendidikan menjadi pilot.

Namun, dia tetap meminta pemerintah aktif melakukan pendekatan dengan pihak perbankan. "TUjuannya supaya para siswa yang sedang mengikuti pendidikan atau yang ingin menambah rating terbang bisa mendapat pendanaan. Saat ini kami melihat hal itu belum dioptimalkan."

sumber: http://klipingkemenhub.com/view_page.php?ridparam=2554947

Hosted by

 

Supporting Publications

   
             
           

 

Official Hotel

 

 

 

Web Traffic


Who Is Online

2
Online

2018-08-20

Exhibition Hours

WED, 7 November 2018
10.00 am - 05.00pm

THU, 8 November 2018
10.00 am - 05.00pm

FRI, 9 November 2018
10.00 am - 05.00pm

SAT, 10 November 2018
10.00 am - 04.30pm

© 2018 Indo Aerospace Expo & Forum organised by PT Napindo Media Asahtama. All Rights Reserved.